Kesenangan, Toleransi, Perjuangan dan Semangat



The Knight In Area (Area no Kishi) , sebuah anime Jepang yang menampilkan kisah seorang pria muda yang ingin menjadi salah satu bagian timnas Jepang untuk berjuang di Piala Dunia. Anime yang mulai tayang pada awal Januari sampai akhir September 2012 yang mempunyai 37 episode membuat dua kisah perjuangan dalam satu bidang yaitu sepakbola. Tokoh utama Aizawa Kakeru yang berusaha menjadi ksatria (striker) handal agar bisa mengikuti jejak kakaknya yang sukses di timnas junior Jepang. Sementara Nana Mishima (Seven) berjuang membawa timnas perempuan Jepang untuk bisa berbicara di pentas dunia.

Awal kisah menceritakan Kakeru yang sudah menyerah menjadi seorang pesepakbola karena berbagai hal, salah satunya adalah trauma. Saat pertandingan sepakbola tingkat sekolah dasar tanpa sengaja ia mencederai kaki temannya, Hibino. Ia benar-benar trauma akibat kejadian tersebut dan tidak berani lagi menendang dengan kaki kirinya yang telah membuat temannya tersebut cedera cukup parah.

Walaupun, ia tidak bergabung dengan tim sepakbola di sekolah menengah pertamanya, tapi setiap malam Kakeru selalu berlatih sepakbola sendirian. Kakeru begitu menyukai sepakbola, apalagi kakaknya yang menjadi inspirasinya merupakan pemain sepakbola jepang yang dianggap jenius di tingkat junior. Pada akhirnya pun, Kakeru dipaksa kakaknya, Aizawa Suguru untuk kembali bermain menjadi pemain depan. Namun, Kakeru tetap tidak bisa melupakan traumanya yang membuat ia tidak berani menendang bola dengan kaki kirinya yang lebih kuat dibanding kaki kanannya.

Suatu hari ia ingin mengatakan pada kakaknya bahwa ia akan berhenti bermain sepakbola selamanya, tapi sebuah kejadian saat berangkat sekolah membuat sebuah kenyataan pahit. Kakaknya, Aizawa Suguru yang digadang-gadang akan menjadi pemain masa depan Jepang harus meninggal dunia karena kecelakaan yang menyebabkan cedera cukup parah di kepalanya. Sementara itu, Kakeru yang saat kecelakaan bersama dengan kakaknya mengalami masalah cukup besar pada jantungnya.

Keputusan pun di buat oleh tim dokter rumah sakit yaitu mentransplasikan jantung Suguru ke Kakeru. Karena Suguru sudah mustahil diselamatkan, jadi tim dokter memilih menyelamatkan salah satu diantara mereka berdua saja. Akhirnya Kakeru pun sembuh, ketika ia mengetahui kakaknya meninggal karena kecelakaan yang ia juga alami. Kakeru urung berhenti dari dunia sepakbola, ia malah ingin melanjutkan perjuangan kakaknya di timnas Jepang. Ia pun mulai berusaha untuk menjadi striker terhebat agar bisa masuk timnas Jepang dan membawa Jepang meraih gelar dunia.

Dualisme Tim 
Dalam kisah Area no Kishi , ada scene ketika tim sekolah menengah atas Enoshima mempunyai dua tim sekolah. Tim sekolah pertama bernama Enoshima SC (Soccer Club) dan kedua bernama Enoshima FC (Football Club). Enoshima SC bisa dibilang merupakan tim resmi sekolah Enoshima, tapi karena dalam seleksi tim Enoshima SC sangat ketat dan mutlak ada kesalahan sedikit pun sulit masuk serta gaya melatih yang kaku dan terkesan tidak menyenangkan, akhirnya dibuatlah Enoshima FC. Enoshima FC merupakan tim bayangan yang bermain sepakbola dengan kesenangan.

Ketika menuju kejuaraan nasional, kedua tim tersebut berseteru dan akhirnya melakukan pertandingan untuk menentukan tim mana yang akan mewakilkan sekolah Enoshima di kejuaraan nasional. Namun, pertandingan pun berakhir dengan seri yang pada akhirnya terjadi penyatuan tim. Namun, penyatuan tim bukan solusi yang langsung membuat semua membaik. Ternyata, pemain dari Enoshima SC kurang suka dengan gaya pelatih Iwaki (Pelatih Enoshima FC dulunya) yang menjadi pelatih tim Enoshima yang sudah disatukan. Enoshima SC yang sudah terbiasa dengan ketegasan pelatih Kondo (pelatih Enoshima SC dulu) butuh penyesuaian dengan gaya Iwaki yang santai.

Pelatih Kondo yang menjadi penasehat tim Enoshima pun mencoba menyakinkan para mantan anak didiknya tersebut. Ia pun memberikan bukti kepada para mantan pemain Enoshima SC tersebut bahwa pelatih Iwaki bersikap santai agar suasana tim terjaga dan tidak tertekan. Pelatih Kondo memperlihatkan bagaimana Iwaki berjuang mencari uang untuk bisa mengadakan camp pelatihan khusus untuk tim Enoshima yang sudah bergabung tersebut. Para mantan pemain Enoshima SC pun akhirnya terharu melihat perjuangan si pelatih mencari uang dengan menjadi seorang buruh bangunan. Akhirnya, tim Enoshima yang merupakan gabungan dari dua kubu ini bisa beradaptasi dan menjadi satu kesatuan tim yang kuat dan cukup mendapat perhatian dari lawan kuat sekolah menengah atas lainnya.

Di sini memperlihatkan bahwa dualisme yang terjadi karena beda pemikiran masih bisa disatukan bila ada salah satu kubu yang mengalah dan mengerti bahwa ia salah. Dalam anime tersebut, pelatih Kondo (Pelatih Enoshima SC) merasa gayanya melatih itu salah, apalagi melihat para pemain Enoshima FC berjuang dengan semangat dan kesenangan mereka bermain sepakbola untuk bisa meraih kemenangan. Di sini, Pelatih Kondo melihat bahwa bila kedua tim tersebut (SC dan FC) digabung maka akan menjadi sebuah tim yang kuat. Pelatih Kondo pun mengalah dan membiarkan Pelatih Iwaki yang lebih muda untuk memimpin tim Enoshima (yang sudah digabung). Pelatih Iwaki pun tetap menghargai pelatih Kondo yang lebih tua dengan menjadikannya penasehat tim. Di sini, terlihat masalah dualisme bisa diselesaikan dengan saling menghargai satu sama lain.

Film ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga tinggi sepakbola Indonesia yaitu PSSI yang terlibat dualisme lembaga dan kompetisi serta timnas. Kedua kubu tersebut (PSSI dan KPSI) terus berseteru karena keduanya tidak ada yang mengalah dan menghargai. Keduanya ingin menjadi penguasa dan yang dipikiran mereka hanya satu yaitu menjatuhkan lawannya. Kalau ini terus terjadi maka sampai kapan pun dualisme tersebut tidak pernah selesai, mungkin sampai akhir dunia.

Secara keseluruhan film ini banyak memberikan pelajaran berharga bagi seseorang yang mau berjuang demi mimpinya. Dalam film ini banyak konflik yang terjadi, seperti Kakeru yang berjuang menjadi seorang striker yang tajam, seorang Nana Mishima yang harus berusaha di timnas perempuan Jepang ketika ada pemain baru lainnya yang menganggapnya saingan dan hanya mau bermain sendiri saja dalam pertandingan, serta analisis Iwaki sebagai pelatih Enoshima dalam setiap pertandingan dan melawan tim yang beragam.

Satu hal yang ditekankan dalam film ini adalah bahwa dalam sebuah tim sepakbola idealnya itu ada seorang raja (si pengatur serangan) dan juga Ksatria (pemain depan). Serta ada beberapa istilah lain seperti Robusta (Pengatur setiap lini) , New Total Football dan Four Arrow. Masih ada beberapa istilah menarik lainnya. Kisah dalam anime ini pun tidak memberikan kisah tokoh utama yang selalu berhasil, sampai episode terakhir tokoh utama dan tim sepakbolanya tidak diperlihatkan superiornya. Di sini, yang lebih ditekankan adalah perjuangan yang besar belum tentu menghasilkan apa yang diinginkan. Tapi, perjuangan yang besar adalah salah satu usaha untuk meraih apa yang diinginkan.*** 

Komentar